Wanita yang solehah iaitu wanita yang tidak suka menunjuk-nunjuk keistimewaan dirinya dan kebaikan dirinya. Mereka sentiasa menganggap diri mereka masih belum sempurna berbanding dengan orang lain apatah lagi di hadapan Allah SWT dan amat hamba yang paling rendah di hadapanNya. Inilah sikap rendah hati yang seharusnya menjadi perhiasan muslim dan muslimah kepada saudara sesama muslim yang akan mendorong muslim semakin mengejar untuk mengerjakan kebaikan dan ibadah untuk menambat keredhaan Allah SWT terhadap dirinya.
Firman Allah SWT dalam surah al-Syu'ara,ayat 215:
"Dan hendaklah engkau merendah diri kepada pengikut-pengikutmu dari orang-orang yang beriman."
Sikap rendah diri yang ditanam oleh Allah ke dalam hati mereka menyebabkan mereka masih disebut-sebut sehingga hari ini kerana ternyata kemurnian akhlak mereka itu benar dan bukan kepuraan, maka Allah memuliakan mereka.
Sabda Rasulullah SAW:
"Tidaklah seorang itu berendah hati, kecuali Allah memuliakan darjatnya."[shahih Muslim]
Antara kisah dan contoh teladan wanita-wanita yang terkenal sebagai ahli ibadah, wanita solehah dan ketakwaannya sehingga mereka layak dijadikan ikutan.
*Dari Ibrahim bin 'Ablah, dia berkata: "Aku berkata kepada Ummu Darda':
"berdoalah untukku!"
Ummu Darda' menjawab:
"Apakah aku sudah sampai kepada darjat itu?"
Ucapan sebegini juga keluar dari mulut Maimun Mahran:
"Aku tidak pernah menemuinya pada waktu solat kecuali aku mendapatinya sedang
solat."[Shifatu As-safwah,4/296]
*Ketika seorang lelaki meminta Rabi'atul Adawiyah, dia berkata kepadanya:
"Doakanlah aku, aku akan bersandar di dinding."
Rabi'ah menjawab:
"Siapakah, aku atau Allah yang merahmatimu? Taatlah kepada Tuhanmu dan
berdoalah!Sesungguhnya Dia mengabulkan permohonan orang-orang yang
tertekan."
Kata-kata Rabi'ah yang masyhur ialah:
"Aku meminta ampunan dari Allah atas sedikitnya kejujuran dalam ucapanku,
Astaghfirullah.."[Shifatu As-safwah,4/28]
*Sya'wanah, seorang wanita yang kerap menangis kerana Allah SWT. Muhammad Bin Mu’adz
r.a berkata:
“Salah seorang wanita yang rajin beribadah bercerita kepadaku, katanya:
“suatu malam, aku bermimpi seakan-akan aku hampir dimasukkan ke surga. Ternyata
ada banyak orang telah berdiri didepan pintu surga.Aku bertanya mengapa
berkumpul di depan pintu itu? Diantara mereka ada yang berkata:
“Sesungguhnya surga telah dihias untuk menyambut kedatangan seorang wanita,
sehingga orang-orang itu keluar untuk menyambutnya.”
Aku bertanya,:
“Siapakah dia?” Dikatakan:
"Dia adalah budak hitam dari Aikah yang bernama Sya’wanah.” Aku berkata:
“Demi Allah, ia adalah saudaraku.”
Tidak lama kemudian Sya’wanah datang dengan pakaian mewah menaiki sebuah unta yang dihiasi dengan megah.Maka aku memanggilnya dan berkata:
“Wahai saudaraku, tidakkah engkau ingat dengan hubunganku denganmu?’ Berdoalah kepada Allah agar menjadikan aku besertamu.”
Maka dia tersenyum dan berkata:
“Belum datang waktu keberangkatanmu, tetapi jangan lupa pesanku mengenai dua hal, yakni kuatkan cita-citamu untuk akhirat, dan kecintaanmu kepada Allah SWT. hendaknya mengalahkan keinginanmu. Janganlah engkau peduli tentang waktu kematianmu yang masih lama, yakni bersiap-siaplah untuk maut”.[Maulana Muhammad Islam ; Rahsia setelah kematian.]
*Aisyah Al-Muruziyah, isteri Ahmad As-Sirriy berkata:
"Aku tidak pernah makan makanan lazat kecuali bersama orang-orang fakir, atau dalam pantauan merreka atau di hadapan mereka."[Zikir an-Niswah al-Muta'abbidaat]
♥♥**~Semoga Kita Jadi Terus Bersemangat Dalam Mengerjakan Amal Ibadah Dan Mengamalkan Kebaikan Dalam Menyempurnakan Rasa Kehambaan Terhadap Allah SWT Dengan Tawadhu' ~**♥♥


No comments:
Post a Comment